Investasi terdengar begitu sederhana: Membeli saat bernilai rendah, menjualnya dengan harga tinggi dan itu berarti menghasilkan keuntungan.

Tetapi sama seperti peluang taruhan melawan Bandar di Las Vegas, jika hal tersebut mudah maka semua orang akan menjadi jutawan.

“Sekarang, Wall Street mengalami kesamaan dengan penjualan ruang bawah tanah yang murah (coba lihat pembelian berlebihan yang dilakukan Warren Buffet), tetapi para investor merasa harus membeli saham yang aman seperti Apple dengan harga premium”, kata pakar keuangan Benjamin C. Sullivan dari Palisades Hudson Financial Group di Scarsdale – New York. Ini tidak rasional. Tetapi membayar dolar yang berlebihan adalah salah satu contoh dari kesalahan yang dilakukan oleh investor serakah. Ada banyak orang yang melakukannya juga, menurut para pakar keuangan.

“Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan saldo anda. Jika anda kehilangan uang selama puluhan tahun, anda tidak melakukan sesuatu yang benar”, kata Jay Ferrara – pakar strategi ekonomi dan investasi dari Farmers and Merchants Trust Company di Long Beach, California. “Menabung uang tunai merupakan strategi yang berharga”.

Dibawah ini adalah 9 kesalahan saat berinvestasi yang paling umum, yaitu:

  1. Kegagalan finansial 101

Lakukan penelitianmu sebelum anda mulai berinvestasi, kata Stanley Crouch – Kepala investasi di Aegis Capital di New York City. “Investor harus mengambil tanggung jawab atas dirinya sendiri. Anda tidak perlu menjadi seorang pakar keuangan yang handal”, katanya, tetapi anda perlu mengetahui dasar-dasarnya. Crouch memulai karir finansialnya dengan gelar di bidang ekonomi dan matematika. Tetapi jauh melihat ke belakang, ia mengatakan bahwa dirinya “sangat serakah tentang segala sesuatu. Pengalaman adalah bagian terbesar yang mengajari dirinya, termasuk membuat kesalahan”.

Rata-rata investor tidak melakukan pekerjaaan dengan baik apalagi mengajari dirinya tentang fundamental – hal dasar seperti memahami arti saham, kata pakar keuangan Sullivan. Mempelajari bidang keuangan semudah menghabiskan semalam untuk meneliti situs keuangan, kata Crouch, atau lebih baik lagi dengan bekerjasama dengan seorang perencana keuangan.

  1. Tidak mempercayai perut anda

“Ini adalah akal sehat pada akhir hari”, kata Crouch. “Bahkan Warren Buffett berinvestasi ke dalam hal-hal yang ia kuasai”. Buffett terkenal karena berani menempatkan uangnya ke dalam Dairy Queen (es krim), Fruit of the Loom (pakaian dalam) dan Burlington Northern (kereta) – apabila menyebutkan beberapa nama investasinya. Tetapi berinvestasi dalam sesuatu yang anda pahami dan mengandalkan insting melampaui memilih saham. Jika perencana keuangan atau makelar saham memberikan anda arah yang membuat dirimu merasa tidak nyaman, maka anda harus bediskusi dengannya.

  1. Terlalu takut untuk berinvestasi

Wall Street membuat investasi muncul secara misterius, kata sebagian besar dari pro keuangan. “Saya pikir itulah tujuan dari Wall Street untuk membuatnya terdengar seperti anda memerlukan gelar PhD untuk menjadi orang sukses”, kata Ferrara. Ketahui kekuatan dan kelemahanmu terlebih dahulu sebelum memutuskan bagaimana mengelola keuangan anda dan belajar dari kesalahan tersebut. Tetapi resiko yang melekat dalam investasi – anda harus merasa nyaman saat meminang mereka.

  1. Tidak memahami diversifikasi

Bahkan banker rentan terhadap hal ini – berpikir dengan berinvestasi di beberapa bank untuk mendiversifikasi, kata Sullivan. Berinvestasi terutama di saham di suatu perusahaan artinya anda menempatkan semua telurmu didalam satu keranjang dan umumnya dianggap sebagai jalur yang sangat beresiko. Saat saham tiba-tiba anjlok, anda tidak memiliki investasi lain untuk mengimbangi kerugian.

Oleh sebab itu lakukanlah diversivikasi sebanyak mungkin dari setiap investment yang anda lakukan mulai dari investasi jangka panjang dan pendek.

Ngomong-ngomong mengenai investasi jangka pendek, mungkin binary option bisa menjadi salah satu bagian untuk mendiversifikasikan portofolio anda dalam investasi. Bacalah tulisan ini tentang bagaimana kita memulai dibidang investasi binary option di Indonesia.

  1. Mencoba untuk mengakali pasar

Banyak orang yang mencoba waktu didalam pasar, membeli saat bernilai rendah dan menjualnya dengan harga tinggi agar cepat kaya, kata Sullivan. Ironisnya, investor sering menunggu sampai tren pasar bergerak untuk membeli. Di seluruh anggota, para pakar mengatakan mencoba waktu pasar adalah ide terburuk.

  1. Tidak memiliki sistem untuk melacak investasi

Investor pada awalnya berpikir bahwa setelah membeli saham atau investasi di 401(k), mereka bisa menetapkannya kembali dan membiarkan uang bergulir. Anda perlu memiliki sistem, filosofi yang bekerja untuk anda. Sesuatu yang pokok seperti meninjau laporan 401(k) adalah tugas yang tidak dilakukan oleh para investor. “Mereka lupa tentang hal tersebut”, kata Ferrara.

  1. Fokus pada pasar AS

Banyak investor asal Amerika yang gagal untuk mempertimbangkan pasar global. Sebuah saham AS yang kuat masih bisa dipengaruhi oleh pengaruh asing, kata Sullivan. Para investor perlu memperluas cakupannya diluar Wall Street.

  1. Tidak memahami riwayat pasar

“Ini adalah waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Saya katakan kepada semua investor kami: Kurangi resiko spekulatif dan meningkatkan kepastian’, kata Crouch. Strategi investasi tradisional, seperti membeli dan bertahan, adalah tujuan jangka panjang seperti dana masa pensiun. Bahkan gagasan anda perlu berinvestasi didalam pasar, misalnya, tidak selalu benar saat ini – kata Ferrara.

  1. Mengikuti “tips terpanas”

Mulai dari dokter gigi hingga kepala keuangan yang berbicara di depan TV, tampaknya semua orang terlihat seperti seorang ahli. Kebanyakan tips saham adalah palsu. Bahkan jika itu terdengar bagus, mungkin ada masalah ke depannya. “Jika anda entah bagaimana mendapatkan tips yang didasarkan pada informasi yang akurat dari seseorang yang mengaku dekat dengan perusahaan, anda dapat menemukan masalah nanti ke depannya”, kata Sullivan.